Tes Buta Warna: Gejala dan Solusi Mengatasi Buta Warna

  • 2 min read
  • Feb 18, 2020
Buta Warna

Tes buta warna adalah bagian dari proses pemeriksaan pasien buta warna. Buta warna sendiri adalah kondisi seseorang yang mengalami penurunan dalam membedakan warna. Fakta yang tidak bisa terhindari ialah para pasien akan merasakan ini selama hidupnya. Namun, dengan latihan secara terus-menerus ia akan terbiasa beradaptasi dan kondisi berjalan secara normal. Pihak dokter sendiri bakal menentukan perawatan dan pengobatan sesuai dengan buta warna yang diderita. Hal ini akan berjalan cukup lama. Sehingga para penderita diharap untuk berkomitmen dalam setiap proses pengobatan. Apalagi di era sekarang bidang kesehatan telah mengalami begitu banyak perubahan. Jadi, proses diagnosa sampai pengobatan berjalan semestinya.

Pada dasarnya penglihatan mempunyai sel pigmen yang bertugas untuk merangsang warna. Pada penderita buta warna sel pigmen ini mengalami kerusakan. Namun, bukan berarti penderita tak mampu menangkap semua jenis warna. Biasanya hanya terdapat beberapa warna yang tidak mampu diterjemahkan dengan baik. Sedangkan kerusakan sendiri disebabkan oleh penurunan gen dari orang tua ke anak. Selain itu, faktor dari luar bisa disebabkan oleh penderita diabetes, bergantung pada obat-obatan, terpapar zat kimia dalam jumlah besar, sekaligus cidera atau kecelakaan. Semua faktor ini mampu terjadi pada siapa dan kapanpun. Jadi, sudah seharusnya menjaga ;pola hidup sehat sejak dini.

Organisasi kesehatan dunia WHO menyebut bahwa sehat ialah kemampuan seseorang dalam menjaga diri secara fisik dan psikis. Kesehatan itu bukan sesuatu yang sulit untuk dijaga. Menjadi sulit karena rasa malas yang sering kali membuat tubuh malas bergerak dan melakukan apa yang dibutuhkan tubuh. Buta warna dibagi menjadi dua jenis. Terdapat buta warna sebagian ada juga keseluruhan. Tentu keduanya mempunyai gejala yang berbeda-beda. Untuk mengetahui penderita buta warna mereka memerlukan tes secara menyuluh. Bahkan beberapa ahli menyarankan untuk selalu melakukan konsultasi. Terutama bagi mereka yang mempunyai genetik penderita buta warna.

Sistem tubuh menjadi gambaran jelas bahwa sistem selalu saja terkait antar satu dengan lainnya. Hal yang sama terjadi pada badan. Sehingga ketika terjadi satu kerusakan. Berdampak langsung untuk kerusakan bagian lainnya. Hal inilah yang kemudian membuat setiap penyakit selalu mendatangkan gejala. Tidak perlu cemas karena semua mampu dilakukan penanganan. Setidaknya para penderita buta warna mampu beradaptasi dengan apa yang terlihat. Tentu saja ini membuat beberapa pasien mengalami kesulitan dalam menghadapi persoalan mengenai warna.

Faktor tersebut yang kemudian membuat mereka harus dilakukan pemeriksaan sejak dini. Diagnosa sederhana mengenai penderita buta warna adalah ia mengalami kesulitan dalam membedakan daging mentah dan sudah matang. Kemudian, kesulitan mengidentifikasi lampu lalu lintas, serta kesulitan dalam pelajaran yang berhubungan dengan warna. Nah, berikut ini solusi agar kesulitan itu sedikit berkurang:

  1. Meminta bantuan keluarga untuk membedakan warna.
  2. Aplikasi lampu dengan pencahayaan tinggi agar memperjelas warna yang ada.
  3. Gunakan lensa mata khusus yang biasanya direkomendasikan oleh profesional.
  4. Gunakan aplikasi canggih agar mempermudah membedakan warna.

Tes buta warna bisa menggunakan ishihara dan penyusunan warna. Dua tes ini menjadi bagian yang sering dilakukan oleh para penderita buta warna. Tidak perlu khawatir dengan semua prosedur medis. Sebab, Anda membutuhkan penanganan khusus. Terutama bagi Anda yang berkecimpung di dunia kerja. Pihak profesional juga mampu melakukan pemeriksaan tambahan untuk memperjelas proses kelanjutan dari pengobatan.