Meningkatnya pertumbuhan truk Indonesia terbaik membuat para perusahaan produsen ban merasakan dampak yang positif. Ban adalah salah satu bagian dari kendaraan yang memegang peranan penting sebab tanpa ban, bagaimana mungkin sebuah kendaraan dapat berjalan dengan mulus. Para produsen ban berlomba untuk menghasilkan produk ban dengan kualitas nomor satu demi mendukung kendaraan niaga terbaik. Dari banyaknya perusahaan ban, berikut adalah perusahaan yang sudah dipercaya oleh para pemilik kendaraan.

Sumitomo Rubber Industries merupakan salah satu produsen ban dengan nama di Indonesia Dunlop. Selama 100 tahun lebih Sumitomo menjajal di Industri ban. Selain Dunlop, ada juga produk bernama Falken Tire.

Selanjutnya adalah Goodyear. Produsen ini berkantor pusat di Ohio, Amerika Serikat. Pengalaman Goodyear di Industri karet tergolong lama sejak tahun 1898. Logo perusahaan ini menggunakan lambang sepatu bersayap membuat orang mudah mengenali brand Goodyear.

Perusahaan dengan omset terbesar kedua diambil oleh Michelin. Salah satu penguasa pasar ban domestik Indonesia. Ciri khas dari Michelin adalah mascot orang yang terbentuk dari susunan ban melekat erat pada nama perusahaan ini. Setelah mensponsori kompetisi balap di dunia seperti MotoGP membuat nama Michelin semakin melejit lagi di pasaran. Michelin sukses meraih keuntungan dengan jumlah mencapai 359 triliun rupiah.

Berada di puncak singgasana perusahaan ban mobil terbesar di dunia ada pada Bridgestone yang bermarkas di kota Tokyo, Jepang. Bridgestone dibangun pada tahun 1931 oleh Shojiro Ishibashi seorang pebisnis sukses yang telah meninggal pada tahun 1976 lalu.  Total keuntungan yang berhasil diraup oleh produsen ini mencapai US$ 27,2 miliar atau sekitar Rp 384 miliar. Produksi ban Goodyear Indonesia ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, sebagai Original Equipment beberapa produsen kendaraan roda empat, serta sebagai komoditas ekspor ke berbagai negara di dunia. Mengacu pada Undang-Undang nomor 1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing, PT Goodyear Indonesia Tbk telah menawarkan 15% dari jumlah saham yang ditempatkan kepada masyarakat dan telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.