Begini Ruginya Jika Tidak Punya Asuransi dan Dana Darurat

  • 3 min read
  • Feb 14, 2020
Asuransi

Jika ada pilihan antara asuransi, dana darurat dan pinjaman dana, pasti yang jadi prioritas adalah yang pertama. Tapi nyatanya, hanya sedikit sekali yang menyisihkan dana bulanan untuk memiliki asuransi apalagi dana darurat. Sehingga wajar jika dalam kondisi darurat, hal pertama yang dicari adalah mengajukan pinjaman dana.

Di Indonesia sendiri sudah ada dana jaminan sosial kesehatan seperti BPJS Kesehatan. Iurannya malah kini menjadi wajib bagi setiap warga negara. Sebagai perlindungan dasar sebenarnya sudah cukup tetapi prosedurnya yang mungkin memakan waktu lebih lama dari asuransi biasa.

Dengan adanya jaminan sosial kesehatan dari penyelenggara negara, tentu kita akan dimudahkan dengan pengalihan risiko jika terjadi sakit, kecelakaan yang butuh perawatan dan sebagainya. Bayangkan jika kita tidak memiliki perlindungan sama sekali maka beberapa hal berikut ini perlu diantisipasi dengan dana yang cukup.

  1. Biaya rawat inap tinggi

Seperti diketahui bahwa biaya layanan kesehatan tidak murah, apalagi jika kita menginginkan layanan yang lebih maksimal. Semakin baik layanannya semakin tinggi biaya yang dibutuhkan. Perbedaan kelas dalam layanan kesehatan pun sangat berbeda secara signifikan.

Oleh karena itu, jika kita tidak memiliki asuransi, siap-siaplah menguras tabungan atau menggadaikan aset untuk membayar biaya rawat inap yang tinggi saat kita harus dirawat di rumah sakit.

  1. Layanan kesehatan terbatas

Selain biaya rawat inap yang tinggi, hampir di setiap kota di Indonesia juga tidak memiliki layanan kesehatan dengan rasio yang ideal. Menurut WHO, rasio rumah sakit yang ideal adalah 1 tempat tidur untuk per 1.000 penduduk.

Artinya saat ini kondisi daya tampung rumah sakit belum bisa mencukupi 250 juta penduduk di Indonesia. Wajar jika ada berita pasien yang kesulitan mendapatkan rumah sakit karena sedang penuh. Sementara dengan adanya asuransi, kita bisa mendapatkan kepastian perawatan dengan risiko naik kelas yang ditanggung oleh perusahaan asuransi.

  1. Kerugian finansial semakin besar

Urusan dengan rumah sakit memang tidak mudah jika dilihat dari segi biaya. Pasalnya biaya yang harus dikeluarkan berkaitan dengan penyelamatan jiwa. Itulah sebabnya jika kita tidak memiliki jaminan berupa asuransi atau dana darurat yang disiapkan sendiri, mau tak mau akan menderita kerugian finansial yang tinggi.

  1. Tabungan akan tergerus

Inilah yang terjadi jika kita tidak memiliki asuransi. Mau tidak mau harus ada aset atau tabungan yang digunakan demi biaya perawatan. Lain halnya jika kita memiliki asuransi atau setidaknya jaminan kesehatan dari penyelenggara negara. Ada beban biaya yang bisa ditanggung oleh asuransi sehingga kita tidak perlu khawatir tabungan akan tergerus sampai habis.

  1. Tidak memiliki kepastian finansial di masa depan

Jaminan kesehatan adalah salah satu hal yang dapat memenuhi kebutuhan standar hidup yang layak. Jika tidak ada kepastian dalam memenuhi standar kehidupan yang layak akan sulit untuk memiliki kepastian finansial di masa depan karena jika dalam kondisi yang tidak diharapkan terjadi, secara otomatis ada harga yang harus dibayarkan.

Akhirnya, mau tidak mau kita sendiri dihadapkan dengan sebuah pilihan. Menggunakan aset yang ada, menggunakan tabungan, atau opsi terakhir adalah pinjaman dana. Sebenarnya tidak masalah jika opsi yang terakhir yang dipilih, selama ada kemampuan finansial dalam mengembalikannya.

Salah satu saran dari beberapa pakar keuangan, jika kita ingin mengajukan pinjaman, ketahui dulu skor kredit atau kemampuan finansial. Karena hal tersebut sangat penting untuk proses persetujuan yang lebih mudah. Apalagi saat ini sudah cukup banyak fintech yang memberikan layanan pinjaman yang bisa digunakan untuk kebutuhan darurat seperti pengobatan, biaya pendidikan atau biaya perbaikan rumah.

Jika berbicara fintech mana yang tepercaya di Indonesia? Kamu bisa pertimbangkan Kredivo. Kredivo sudah terdaftar secara resmi di OJK dengan nama PT FinAccel Digital Indonesia dengan nomor registrasi S-236 / NB.213 / 2018. Dengan begitu operasionalnya pun tetap dibawah pengawasan langsung dari OJK.

Kredivo memberikan bunga pinjaman sebesar 2.95 persen dengan pilihan tenor mulai dari 30 hari, 3 dan 6 bulan. Malah untuk belanja dengan pembayaran kredit digital seperti Kredivo, tenor bisa lebih panjang hingga 12 bulan.

Selain bisa dimanfaatkan untuk dana darurat, Kredivo juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan bulanan seperti pembelian token listrik, pulsa hp, pembelian tiket pesawat, dan pembayaran berbagai tagihan dalam satu aplikasi.

Kredivo bukan fintech biasa. Karena Kredivo dapat juga digunakan layaknya seperti kartu kredit digital untuk berbelanja di beberapa marketplace terkemuka seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Blibli, dan sebagainya.

Nah, jika tertarik dengan kemudahan yang diberikan Kredivo, unduh aplikasinya lewat Google Play Store dan App Store, kemudian daftarkan diri kamu secara mudah, bisa online kapan saja.